Sensor Suhu
LETS TALK ABOUT
Dalam operasinya termistor memanfaatkan perubahan resistivitas terhadap temperatur, dan umumnya nilai tahanannya turun terhadap temperatur secara eksponensial untuk jenis NTC ( Negative Thermal Coeffisien)
Kerapatan
electron untuk setiap bahan logam berbeda tergantung dari jenis logam. Jika dua
batang logam disatukan salah satu ujungnya, dan kemudian dipanaskan, maka
elektron dari batang logam yang memiliki kepadatan tinggi akan bergerak ke
batang yang kepadatan elektronnya rendah, dengan demikian terjadilah perbedaan
tegangan diantara ujung kedua batang logam yang tidak disatukan atau
dipanaskan.
cukup sekian ya dari saya :)
SENSOR SUHU
"apa itu sensor suhu?"
Sensor Suhu tuk mendeteksi gejala perubahan panas/temperature/suhu , suatu benda atau dimensi ruang tertentu.
- Bimetal
Bimetal adalah sensor temperatur yang sangat populer digunakan
karena kesederhanaan yang dimilikinya. Bimetal biasa dijumpai pada alat strika
listrik dan lampu kelap-kelip (dimmer). Bimetal adalah sensor suhu yang terbuat
dari dua buah lempengan logam yang berbeda koefisien muainya (α)
yang direkatkan menjadi satu.
Bila suatu logam
dipanaskan maka akan terjadi pemuaian, besarnya pemuaian tergantung dari jenis
logam dan tingginya temperatur kerja logam tersebut. Bila dua lempeng logam
saling direkatkan dan dipanaskan, maka logam yang memiliki koefisien muai lebih
tinggi akan memuai lebih panjang sedangkan yang memiliki koefisien muai lebih
rendah memuai lebih pendek. Oleh karena perbedaan reaksi muai tersebut maka
bimetal akan melengkung kearah logam yang muainya lebih rendah. Dalam aplikasinya
bimetal dapat dibentuk menjadi saklar
Normally Closed (NC) atau Normally
Open (NO).
Gambar 2.2. Kontruksi
Bimetal (
Yayan I.B, 1998)
|
|
Dapat diaplikasikan pada alat setrika listrik , lampu kelap-kelip (dimmer).
Termistor
Termistor
atau tahanan thermal adalah alat
semikonduktor yang berkelakuan sebagai tahanan dengan koefisien tahanan
temperatur yang tinggi, yang biasanya negatif. Umumnya tahanan termistor pada
temperatur ruang dapat berkurang 6%
untuk setiap kenaikan temperatur sebesar 1oC. Kepekaan yang
tinggi terhadap perubahan temperatur ini membuat termistor sangat sesuai untuk
pengukuran, pengontrolan dan
kompensasi temperatur secara presisi.
Termistor
terbuat dari campuran oksida-oksida logam yang diendapkan seperti: mangan (Mn),
nikel (Ni), cobalt (Co), tembaga (Cu), besi (Fe) dan uranium (U). Rangkuman
tahanannya adalah dari 0,5 W sampai 75 W dan tersedia dalam berbagai bentuk
dan ukuran. Ukuran
paling kecil berbentuk mani-manik (beads)
dengan diameter 0,15 mm sampai 1,25 mm, bentuk piringan (disk) atau cincin (washer)
dengan ukuran 2,5 mm sampai 25 mm. Cincin-cincin dapat ditumpukan dan di tempatkan secara seri atau paralel
guna memperbesar disipasi daya.
|
|
Dalam operasinya termistor memanfaatkan perubahan resistivitas terhadap temperatur, dan umumnya nilai tahanannya turun terhadap temperatur secara eksponensial untuk jenis NTC ( Negative Thermal Coeffisien)
CONTOH : THERMOMETER ELEKTRONIK
- Resistance Thermal Detector (RTD)
RTD adalah salah satu dari beberapa
jenis sensor suhu yang sering digunakan. RTD dibuat dari bahan kawat tahan
korosi, kawat tersebut dililitkan pada bahan keramik isolator. Bahan tersebut antara lain; platina,
emas, perak, nikel dan tembaga, dan yang terbaik adalah bahan platina karena
dapat digunakan menyensor suhu sampai 1500o C. Tembaga dapat
digunakan untuk sensor suhu yang lebih rendah dan lebih murah, tetapi tembaga
mudah terserang korosi.
RTD memiliki keunggulan
dibanding termokopel yaitu:
1. Tidak diperlukan suhu
referensi
2.
Sensitivitasnya cukup tinggi, yaitu dapat dilakukan dengan cara mem-perpanjang
kawat yang digunakan dan memperbesar tegangan eksitasi.
3. Tegangan output yang
dihasilkan 500 kali lebih besar dari termokopel
4.
Dapat digunakan kawat penghantar yang lebih panjang karena noise tidak jadi
masalah
5.
Tegangan keluaran yang tinggi, maka bagian elektronik pengolah sinyal menjadi
sederhana dan murah.
Resistance Thermal Detector (RTD) perubahan tahanannya lebih linear terhadap temperatur uji
tetapi koefisien lebih rendah dari thermistor dan model matematis linier
adalah:
dimana
: Ro = tahanan konduktor pada temperature awal (
biasanya 0oC)
RT = tahanan konduktor
pada temperatur toC
α = koefisien temperatur tahanan
Δt = selisih antara temperatur
kerja dengan temperatur awal
contoh aplikasi nya adalah :
Penggunaan Sensor RTD Pada Line Fuel Gas K-4508 Unit Produk Drum (Aplikasi PT. Arun NGL)
- Termokopel
Pembuatan termokopel didasarkan atas
sifat thermal bahan logam. Jika sebuah batang logam dipanaskan pada salah satu
ujungnya maka pada ujung tersebut elektron-elektron dalam logam akan bergerak
semakin aktif dan akan menempati ruang yang semakin luas, elektron-elektron
saling desak dan bergerak ke arah ujung batang yang tidak dipanaskan. Dengan
demikian pada ujung batang yang dipanaskan akan terjadi muatan positif.
ini aku lampirin mind map yang saya buat :
oiya maaf kalau ada kurangnya banyak :)
terimakasih:)


Komentar
Posting Komentar